Didifinisikan sebagai suatu system yang fleksibel
Untuk mengelola SDM dan sarana yang tersedia.
Umumnya suatu ICS memiliki komponen sbb :
- Komando / Pengendalian
- Operasi
- Logistik
- Perencanaan
- Keuangan
Komando dan operasi merupakan 2 komponen
Yang saling sering digunakan
SEKTOR TANGGAP DARURAT KESEHATAN
Secara umum dalam sistem tanggap darurat
Medis biasanya ada sektor – sektor sbb :
- Pos Pengendali ( Incedent Command )
- Ekstrikasi ( Evakuasi )
- Perawatan
- Transportasi
- Staging ( Supleyer )
- Pendukung ( termasuk pemasok )
- Triage
EKSTRIKASI
Bertanggung jawab untuk membebaskan korban yang terjebak
ditempat kejadian. Sektor ini juga meliputi upaya pertolongan
teknis, penilaian dini dan triage penderita untuk dikirim ke
sektor perawatan dan transpor. Perawatan korban hanya
Penilaian dini dan perwatan cedera yang dapat mengancam
nyawa saja yang dilakukan sektor ini. Bila dianggap perlu
maka korban ditangani sektor triage bila ada. Semua
Perawatan lain dilakukan disektor perawatan.
PERAWATAN
Bertugas memberikan perawatan lanjutan bagi korban
setelah mereka diserah terimakan dari sektor ekstrikasi
dan triage. Disini Penilaian penderita dilakukan secara
lengkap dan korban dipilah kembali berdasarkan prioritas
pertolongan.
TRANSPORTASI
Bersama-sama dengan pos komando mengatur pengiriman
korban ke RS.Kegiatannya cukup kompleks karena harus
memperhatikan fasilitas RS,ambulance, daya tampung RS
dan saran transportasi yang tersedia.
STAGING
Sektor ini sangat diperlukan pada bencana berskala besar.
Koordisai pergerakan kendaraan, institusi yang melakukan
pertolongan termasuk media diatur oleh sektor ini.
Sektor ini juga yang memasok sarana, bantuan, dll bila
diperlukan, mencatat data transportasi dan kemana korban
dibawa.
PENDUKUNG
Sektor ini yang bertanggung jawab untuk menyediakan
tenaga, sarana dan bahan tambahan yang diperlukan
sektor lain. Sektor ini mengkoordinasikan saran dan
prasarana medis serta mengatur tim medis yang datang.
Semua bantuan akan ditempatkan di sektor staging.
TRIAGE
Sektor ini sifatnya opsional. Sektor triage ini biasanya
melakukan penilaian penderita, menandai dan memindahkan
penderita ke areal perawatan yang sudah disiapkan.
Komponen yang sebaiknya ada adalah Penanggung jawab
Keselamatan ( Safety Officer ) bertugas memastikan semua
tindakan aman dan sesuai prosedur.
PERTOLONGAN KORBAN BANYAK
Korban banyak dapat dinyatakan bila jumlahnya
sekurang – kurangnya 3 atau jumlah korban lebih
banyak dari jumlah tim yang pertama kali tiba.
PERAN PENOLONG PADA SITUASI KORBAN BANYAK
Tugas penolong yang pertama kali tiba :
- Mendirikan posko atau tempat berkumpul
- Menilai keadaan
- Meminta bantuan
- Melakukan triage
PENILAIAN KEADAAN
Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menilai
keadaan :
- Keamanan tempat kejadian
- Jumlah penderita
- Perlu atau tidaknya ekstrikasi / peralatan khusus
- Perkiraan jumlah ambulans yang diperlukan
- Faktor lain yang dapat mempengaruhi keadaan
dan sarana
- Sektor – sektor yang diperlukan
- Tempat untuk staging
BAGIAN PELAKSANAAN TRIAGE
ANATOMI DAN ILMU FAAL
ANATOMI
Ilmu yang mempelajari susunan tubuh dan bentuk tubuh
FISIOLOGI ( FAAL TUBUH )
Ilmu yang mempelajari Faal (Fungsi ) bagian dari alat atau jaringan tubuh
POSISI ANATOMIS
Yaitu : Berdiri tegak, kedua lengan disamping tubuh
telapak tangan menghadap kedepan.
Secara garis besar, tubuh manusia dibagi :
- Kepala
- Leher
- Batang Tubuh ( Dada,Perut,Punggung & Panggul )
- Anggota Gerak atas
- Anggota Gerak bawah
RONGGA TUBUH
- Rongga Tengkorak
- Rongga Tulang Belakang
- Rongga Dada
- Rongga Perut
- Rongga Panggul
PERUT ( ABDOMEN )
- Kwadran kanan atas ( Organ hati, kandung empedu,
pankreas & usus )
- Kwadran Kiri Atas ( Organ Lambung,Limpa & usus )
- Kwadran kanan bawah ( terutama organ usus termasuk
usus buntu )
4. Kwadran kiri bawah ( terutama usus )
SEL
Bagian terkecil dari makhluk hidup.
JANTUNG
Kumpulan dari sel yang menyatu dengan bentuk,
besar, dan fungsinya yang sama.
ORGAN
Kumpulan bermacam jaringan yang bersatu dengan fungsi tertentu.
SISTEM TUBUH
Susunan dari organ – organ yang
mempunyai fungsi tertentu :
- Sistem rangka / skeleton ( Susunan Rangka )
- Sistem otot / muskularis (susunan otot )
- Sistem respirasi ( susunan pernafasan )
- Sistem sirkulasi darah ( susunan peredaran darah )
- Sistem saraf / nervus ( susunan saraf )
- Sistem pencernaan / digestif ( susunan pencernaan )
- Sistem endokrin ( susunan kelenjar buntu )
- Sistem kemih / urinarius ( susunan perkemihan )
- Kulit
- Sistem indera ( Pancaindera )
- Sistem reproduksi .
SISTEM RANGKA
KLASIFIKASI TULANG
-
- Tulang panjang / tulang pipa
- Tulang pendek
- Tulang pipih
- Tulang tak beraturan
- Tulang sesamoid ( Tl.tempurung lutut )
PEMBAGIAN SUSUNAN RANGKA
- Tulang Kepala
- Tulang dada
- Tulang Belakang dan Panggul
- Tulang Anggota Gerak Atas
- Tulang Anggota Gerak Bawah
SUSUNAN KERANGKA
- Tengkorak otak
- Tengkorak wajah
- Rahang bawah
- Tulang belakang
- Rangka dada
- Tulang panggul
- Anggota Gerak atas
- Anggota gerak bawah
FUNGSI KERANGKA
- Menopang bagian tubuh
- Melindungi organ tubuh
- Tempat melekat otot dan pergerakan otot
- Memberi bentuk bangunan tubuh
- Tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah
SISTEM OTOT
Merupakan suatu organ / alat yang
Memungkinkan tubuh dapat bergerak
GOLONGAN OTOT
- Otot rangka ( Otot serat lintang, otot lurik )
- Otot polos
- Otot Jantung
OTOT RANGKA
Merupakan otot yang bergerak aktif
Dan memelihara sikap tubuh
SUSUNAN OTOT RANGKA TUBUH
- Otot Kepala
- Otot leher
- Otot bahu
- Otot dada
- Otot perut
- Otot punggung
- Otot lengan atas
- Otot lengan bawah
- Otot panggul
- Otot tungkai atas
- Otot tungkai bawah
FUNGSI TUNAS OTOT
- Memelihara sikap & posisi tubuh
- Menahan rongga perut oleh otot perut
- Menahan tekanan darah
BAGIAN OTOT
- Kepala otot
- Empal otot
- Ekor otot
SISTEM PERNAFASAN
Susunan
- Hidung & Mulut
- Tekak ( Farings )
- Pangkal tenggorok ( Larings )
- Batang tenggorok ( Trakea )
- Cabang tenggorok ( Bronkus )
- Paru – paru
- Anak cabang Tenggorok ( Bronkiolus )
- Gelembung udara Paru-paru ( Alveolus )
PERNAFASAN / RESPIRASI
Proses pertukaran gas pada sel dan lingkungannya
FUNGSI
- Mengambil O2 untuk keseluruh tubuh
- Mengeluarkan CO2 ( melalui paru-paru )
- Menghangatkan dan melebabkan udara (hidung)
CARA PERNAFASAN
- Pernapasan Dada
- Pernapasan perut
SISTEM SIRKULASI DARAH
- Jantung
- Pembuluh Darah
- Darah dan Komponennya
- Saluran Linfe
JANTUNG
Adalah : Organ berupa otot dan berbentuk
kerucut dengan puncaknya dibawah
dan basisinya diatas.
PEMBULUH DARAH
PEMBULUH NADI ( ARTERI )
Pembuluh darah yang keluar dari jantung, dan membawa
Darah ke organ dan bagian tubuh.
PEMBULUH BALIK ( VENA )
Pembuluh darah yang memebawa darah dari bagian / organ
Tubuh kembali ke jatung.
PEMBULUH RAMBUT ( KAPILER )
Merupakan pembuluh darah halus
Komposisi darah
• Air 9 %
• Protein 3 %
• Mineral 0,9 %
• Bahan organik 0,1 %
Jml darah dalam tubuh ± 1/13 x berat badan atau 8 %
FUNGSI DARAH
- Alat Pengangkut
- Pertahanan tubuh terhadap penyakit
- Bagian dari proses pengaturan suhu tubuh
- Membantu membekukan darah bila terjadi luka
DARAH TERDIRI DARI
- Cairan darah
- Sel darah merah ( + 5 juta/mm3 )
- Sel darah putih ( 5.000 – 10.000 mm3 )
- Keping darah ( 200.000 – 400.000/mm3 )
Jml darah dalam tubuh ± 1/13 x berat badan atau 8 %
FATOR YANG MEMPENGARUHI PEREDARAN DARAH
- Isi Komponen Darah
- Tekanan Dalam Pembuluh Darah
- kondisi Jantung dan Pembuluh Darah
PEREDARAN DARAH
- PEREDARAN DARAH BESAR
- PEREDARAN DARAH KECIL
SITEM SARAF
Berfungsi mengatur seluruh tubuh denagn melakukan
Koordinasi & kerjasama antar sistem dalam tubuh.
• Peredaran darah besar
Jantung, pembuluh nadi,semua bagian tubuh ( pertukaran zat), pembuluh balik, jantung
Peredaran darah kecil
Jantung, paru-paru, jantung
PEMBAGIAN SITEM SARAF
- Susunan saraf pusat
a. Otak ( Otak besar, otak kecil,batang otak )
b. Bumbung saraf tulang belakang
- Susunan saraf tepi
a. Susunan saraf somatik
b. Susunan saraf otonom
FUNGSI
- Sensorik
- Motorik
- Kordinasi
SISTEM PENCERNAAN
Saluran pencernaan adalah : yang menerima makanan dari
luar untuk diserap oleh tubuh dengan jalan dicerna.
Susunan :
- Mulut
- Tekak ( farings )
- Kerongkongan
- Lambung
- Usus halus
- Usus Besar
Organ getah Pencernaan
- Kelenjar getah lambung
- Kelenjar ludah
- Kelenjar hati
- Kelenjar pankreas
- Kelenjar getah usus
SITEM ENDOKRIN
Pengertian :
Kelenjar yang mengirimkan hasil sekresinya ke dalam darah
Tanpa melalui suatu saluran .( hasilnya disebut Hormon )
ORGAN ENDORIN / KELENJAR BUNTU :
- Kelenjar hipofise
- Kelenjar tiroid & paratiroid
- Kelenjar suprarenal
- Kelenjar timus
- Kelenjar pinealis
- Kelenjar pankreatika
- Kelenjar kelamin
SISTEM KEMIH ( URINARIUS )
Pengertian : Proses penyaringan darah untuk menyerap
zat yang digunakan tubuh & membebaskan
dari zat yang tidak digunakan tubuh.
Susunan :
- Ginjal
- Ureter
- Kandung Kemih
- Uretra
KULIT
Susunan :
- Lapisan Kulit Ari
- Lapisan Kulit Jangat
- Lapisan Bawah Kulit
Fungsi :
- Mencegah cedera mekanik, kimia & termal
- Perlindungan terhadap mikroorganisme
- Mempertahankan Suhu tubuh
- Mengatur keseimbangan cairan
- Alat indera : Raba,tekanan,suhu & nyeri
PANCA INDERA
Organ untuk menerima jenis rangsangan tertentu
INDERA PENGLIHATAN
- Alat bantu mata
- Rongga mata
- Alis mata
- Kelopak mata
- Air mata
- Otot mata
2. Bola mata
INDERA PENDENGARAN 9 TELINGA )
Susunan :
- Telinga bagian luar
- Telinga bagian tengah
- Telinga bagian dalam
INDERA PENCIUMAN ( Hidung )
Susunan :
- Saraf olfaktorius
- Bulbus olfaktor
INDERRS PENGECAP ( LIDAH )
Susunan ;
- Pangkal lidah
- Punggung lidah
- Ujung lidah
Macam pengecapan :
- Rasa pahit pada pangkal lidah
- Rasa manis pada ujung lidah
- Rasa asin pada ujung,samping kiri dan kanan lidah
- Rasa asam pada samping kiri dan kanan lidah
SISTEM REPRODUKSI
Susunan pada laki-laki :
- Kelenjar
- Kelenjar duktuli
- Bangun Penyambung
Susunan pada perempuan :
- Alat genitalia luar
- Tundun
- Bibir besar ( Labia mayora)
- Bibir kecil ( labia minor )
- Klentit ( Klitoris)
- Selaput dara
- Kerampang
2. Alat genitalia dalam
- Liang kemaluan
- Rahim
- Ovarium
BHD DAN RJP
Hanya dilakukan kepada korban yang mengalami henti napas dan henti jantung
Penderita henti nafas & henti jantung mempunyai
harapan hidup lebih baik jika semua langkah dalam
“ Rantai Penyelamatan / Rantai survival “ dilakukan
bersamaan.
- Kecepatan dalam permintaan bantuan
- Resusitasi Jantung Paru
- Difibrilasi ( Dilakukan tenaga medis terlatih dengan
Peralatan khusus )
- Pertolongan Hidup Lanjut.
BANTUAN HIDUP DASAR
Merupakan beberapa cara sederhana yang
dapat mempertahankan hidup seseorang
untuk sementara.
Untuk memudahkan pelaksanakannya digunakan
Akronim A B C
BREATHING SUPPORT
( Bantuan Pernafasan )
Frekuensi pernafasan :
Dewasa : 10 –12 X / menit
Anak ( 1-8 th ) ; 20 X / menit
Bayi : lebih dari 20 X /menit
Bayi baru lahir ; 40 X/ menit
CIRCULATORY SUPPORT
( Pijatan Jantung Luar )
Kedalaman tekanan :
Dewasa : 4-5 Cm
Anak : 3-4 Cm
Bayi : 1,5 – 2,5 Cm
PEMERIKSAAN JALAN NAFAS
Pemeriksaan jalan nafas pada penderita yang
tidak ada respon dilakukan dengan cara
membuka mulut penderita / LDR ( 3-5 detik ).
POSISI PEMULIHAN
Bila penderita dapat bernafas dengan baik & tidak ada
Cedera leher, tl.punggung atau cedera lain maka
Letakkan penderita pada Posisi Pemulihan / Miring stabil
SUMBATAN JALAN NAFAS
Khusus untuk mengatasi sumbatan total
Dikenal adanya Perasat Heimlich
* Heimlich maneuver ( hentakan perut )
Dapat dilakukan pada dewasa & anak.
RESUSISASI JANTUNG PARU
Untuk dewasa Dikenal 2 rasio : 1 Orang penolong ( 15 : 2 )
2 Orang Penolong ( 5 : 1 )
Pada anak dan bayi hanya 1 rasio : 5 : 1
Sebelum melakukan RJP penolong harus :
- Menentukan tidak adanya respon
- Menentukan ada tidaknya nafas ( LDR )
- Menentukan tidak adanya nadi
SKEMA TINDAKAN RJP
CEDERA JARINAGN LUNAK
Cedera yang melibatkan jaringan kulit,otot, saraf atau pembuluh darah akibat suatu ruda paksa
KLASIFIKASI LUKA
- Luka Terbuka
- Luka Tertutup
JENIS LUKA TERBUKA
- Luka Lecet
- Luka sayat / iris
- Luka Robek
- Luka Tusuk
- Avulsi ( sobek )
- Amputasi
JENIS LUKA TERTUTUP
- Memar
- Cedera karena himpitan
- Cedera remuk
OENUTUP LUKA DAN OEMBALUT
Adalah : bahan yang diletakkan tepat diatas luka.
Fungsi : 1. Membantu mengendalikan darah
2. Mencegah kontaminasi
3. Mempercepat penyembuhan
4. Mengurangi nyeri
Jenis : 1. Penutup luka oklusif ( kedap )
2. Penutup luka tebal
PEMBALUT
Bahan yang digunakan untuk mempertahankan
penutup luka.
FUNGSI
- Penekanan untuk membantu menghentikan perdarahan.
- mempertahankan penutup luka pada tempatnya.
- Menjadi penopang untuk bagian tubuh yang cedera.
JENIS PEMBALUT
- Pembalut pita / gulung
- Pembalut segitiga ( mitella )
- Pembalut tabung / tubuler
- Pembalut penekan
PERAWATAN LUKA TERBUKA
- PAPARKAN
- BERSIHKAN DAERAH SEKITAR LUKA
- KONTROL PERDARAHAN
- TANGANI SYOK BILA ADA
- CEGAH KONTAMINASI LANJUT
- BERI PENUTUP LUKA DAN BALUT
- BARINGKAN PENDERITA
- TENANGKAN PENDERITA
- RUJUK
PERAWATAN LUKA TERTUTUP
• Atasi perdarahan dalam sesuai prosedur
• Untuk memar:
- istirahatkan
- kompres dingin
- balut tekan
- (alat gerak) tinggikan dari jantung
- Pertahankan jalan nafas
- Dudukkan penderita condong ke depan
- Tekan cuping hidung -> nfs mll mulut
- Jangan ditidurkan
- Jangan menutup hidung sp penuh
- Bedakan perdarahan hidung dg kebocoran otak
- Jg cabut benda di hidung
- Avulsi à pembalutan penekan
- Bila tak sadar à posisi pemulihan/mrg stabil
KEDARURATAN MEDIS
GEJALA
• Demam
• Nyeri
• Mual, muntah
• BAK berlebih atau tidak sama sekali
• Pusing, merasa mau pingsan
• Sesak, merasa sukar bernafas
• Rasa haus atau lapar berlebih
TANDA
• Perubahan status mental
• Perubahan irama jantung
• Perubahan pernapasan
• Perubahan keadaan kulit
• Perubahan tekanan darah
• Perubahan manik / pupil mata
• Bau khas dari mulut atau hidung
• Aktivitas otot kejang atau lumpuh
• Mual, muntah atau diare
GANGGUAN JANTUNG DAN PERNAPASAN
Faktor – faktor resiko penyakit jantung
- Tidak dapat diubah :
- Riwayat penyakit dalam keluarga
- Jenis kelamin
- Latar belakang etnis
- Usia
2. Dapat diubah
- Merokok
- Tekanan darah tinggi
- kadar kolesterol tinggi
- Aktivitas fisik
3. Faktor penyulit
- Obesitas (kegemukan)
- Penyakit gula (diabetes)
- Stres berlebihan
Gejala dan tanda
• Perasaan tidak enak, nyeri atau rasa berat di dada.
• Nyeri tiba – tiba.
• Memegang dada & membungkuk.
• Tidak respon, henti napas, nadi tak teraba.
• Gangguan pernapasan
• Nadi tidak normal (cepat, lemah, tak teratur)
GANGGUAN PERNAPASAN
Gejala & Tanda
- Sukar menyelesaikan suatu kalimat tanpa berhenti untuk menarik napas
- Suara napas tambahan
- Tampak kerja otot bantu napas
- Posisi tripot
- Irama & kualitas pernapasan abnormal
- Perubahan warna kulit
- Perubahan status mental
- Pada asma biasanya khas yaitu adanya bunyi mengi
- Nadi cepat
- Pada kasus TBC berat dapat disertai batuk darah
- Bila disertai demam, penyebabnya biasanya radang paru – paru
Penatalaksanaan
• Nilai pernapasan, beri bantuan bila perlu, jaga jalan napas selalu terbuka
• Penderita posisikan paling nyaman
• Beri oksigen bila ada
• Tenangkan penderita
• Rujuk ke fasilitas kesehatan
GANGGUAN KESADARAN
(PERUBAHAN STATUS MENTAL)
• Perubahan respon normal seorang penderita yang berlangsung secara perlahan bertahap atau langsung. Biasanya didasari gangguan medis:
- Hipoksia (pingsan)
- Hipoglikemi atau hiperglikemi
- Kejang umum (epilepsi)
- Demam, infeksi
- Keracunan
- Gangguan jiwa (histeria)
PINGSAN (Syncope/collaps)
Gangguan peredaran darah ke otak akibat emosi hebat, dalam ruangan yang penuh orang tanpa udara segar cukup, letih dan lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga.
Gejala & Tanda
• Perasaan limbung
• Pandangan berkunang – kunang, telinga berdenging
• Lemas keluar keringat dingin
• Menguap
• Nadi lambat
• Dapat tidak respon beberapa menit
Penatalaksanaan
• Baringkan dengan tungkai ditinggikan
• Longgarkan pakaian
• Usahakan menghirup udara segar
• Periksa cedera lainnya
• Bila pulih, istirahat beberapa menit
• Bila tidak cepat pulih:
- Periksa napas & nadi
- Posisikan stabil
- Rujuk kefasilitas kesehatan
KERACUNAN
Racun adalah suatu zat yang bila masuk dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan sampai kematian.
Jalur Masuknya Racun Ke tubuh
• Melalui mulut / alat pencernaan : obat – obatan (luminal, valium, magadon), Makanan (singkong, jengkol, tempe bongkrek, makanan kaleng kadaluarsa), minuman beralkohol, baygon, minyak tanah dll.
• Melalui pernapasan : menghirup gas beracun
• Melalui kulit : zat kimia / tanaman beracun, binatang beracun
• Melalui suntikan / gigitan : gigitan / sengatan binatang berbisa, obat suntik
Gejala & tanda keracunan umum
• Riwayat proses keracunan
• Penurunan respon
• Gangguan pernapasan
• Nyeri kepala, pusing, gang penglihatan
• Mual, muntah
• Lemas, lumpuh, kesemutan
• Pucat atau sianosis
• Kejang – kejang
• Syok
• Gang irama jantung dan peredaran darah
Penatalaksanaan keracunan umum
• Pengamanan sekitar
• Pengamanan penderita dan penolong
• Keluarkan penderita dari daerah berbahaya
• Penilaian dini bila perlu lakukan RJP
• Bila racun masuk melalui jalur kontak, paparkan & bersikan sisa racun, bilas air
• Awasi jalan napas, terutama bila respon menurun dan muntah
• Beri oksigen bila ada
• Bila ada petunjuk seperti pembungkus, sisa muntahan, amankan utk identifikasi
• Penatalaksanaan syok bila terjadi
• Pantau tanda vital secara berkala
• Rujuk kefasilitas kesehatan
Keracunan melalui mulut
• Turunkan kadar racun dg susu/ air atau anti racun (norit, putih telur)
• Pada keracunan Fosfat jangan diberi susu karena akan bereaksi
• Mengeluarkan racun dg rangsang muntah efektif bila dilakukan dalam 2 jam setelah keracunan. Hal ini kontra indikasi pada :
Menelan asam atau basa kuat
- Menelan minyak tanah, bensin
- Korban kejang atau bakat kejang
- Mengalami gangguan kesadaran
Pada keracunan melalui kontak :
- Buka baju yg terkena
- Siram dengan air 20 menit
- Bila racun serbuk, sikat, lalu siram air
- Racun yg bereaksi dg air, jangan siram air
- Penyiraman posisikan penolong aman dari percikan racun
Penanganan Gigitan Ular
• Periksa A, B, C (bila tidak ada) RJP
• Tekan pada tempat gigitan
• Tenangkan korban & suruh istirahat
• Bila yg digigit anggota badan, balut dengan pembalut gulung, yg menekan diatas gigitan
• Jangan gerakkan anggota badan & posisikan lebih rendah dari jantung
• Rujuk ke rumah sakit
Kejang Epilepsi (Ayan)
• Adalah serangan kekakuan otot yg diikuti kehilangan kesadaran sebentar
• Penanganan :
- Lindungi dari cidera
- Jangan menahan / melawan kejang
- Lindungi lidah dari gigitan
Posisikan stabil segera
- Rawat cidera akibat kejang
- Bila serangan telah berlalu, tidurkan
lalu : – jaga jalan napas
- biarkan istirahat
- hindarkan dari ketegangan &
rasa malu sekeliling
ASMA
• Serangan asma disebabkan karena mengejang atau menyempitnya jalan napas dalam paru – paru. Hal ini menyebabkan batuk atau suara napas mengi. Korban akan sangat menderita karena kesulitan bernapas.
– Tenangkan korban, posisikan yg paling nyaman (duduk/ setengah duduk).
– Jika korban masih mempunyai persediaan obat dari dokter, bantu minum obat tsb.
– Awasi ABC (bila tidak ada) RJP.
– Rujuk kerumah sakit.
KELELAHAN PANAS
• Berada ditempat panas & lembab dapat menyebabkan kelelahan, karena proses pendinginan tubuh menjadi tidak efisien di udara yg lembab.
• Korban akan merasa panas, lemas, gemetar, haus, mual, nyeri kepala, & kram otot. Ia akan tampak pucat, kulit dingin, keluar keringat banyak, napas cepat & dangkal, nadi cepat & lemah.
• Bila tidak segera mendapat pertolongan korban akan menjadi tidak sadar.
Penanganan
• Baringkan di tempat yg teduh tinggikan tungkai 20 – 30 cm
• Kendorkan pakaian yg mengikat
• Beri oksigen bila ada
• Kompres dengan air dingin
• Beri minum dingin (bila sadar)
• Bila korban tidak sadar, awasi ABC (bila tidak sadar) lakukan RJP
SENGATAN PANAS
• Merupakan keadaan yg mengancam nyawa dimana suhu tubuh terlalu tinggi.
• Gejala & tanda :
- Pernapasan cepat & dalam
- Nadi cepat & kuat yg berangsur menjadi cepat & lemah
- Kulit teraba kering, panas, kemerahan
- Pupil / manik mata melebar
- Tidak ada respon
- Kejang umum atau gemetar pada otot
Penanganan
• Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin
• Letakkan kantung es pada ketiak, lipat paha, belakang lutut, sekitar mata kaki, & disamping leher
• Bila mungkin masukkan penderita kedalam bak isi air dingin & es
• Rujuk ke fasilitas kesehatan
HIPOTERMIA
• Pengaruh udara dingin dapat dilihat secara cepat, penderita akan :
- Menggigil
- Kram otot / alat gerak kaku
- Pandangan kabur, pupil melebar
- Pernapasan cepat kmd melambat
- Nadi lambat
- Mudah tersinggung kemudian acuh
Penanganan
• Penilaian dini & pemeriksaan
• Pindahkan dari lingkungan dingin
• Jaga jalan napas & beri oksigen bila ada
• Ganti pakaian basah, selimuti penderita, upayakan tetap kering
• Bila sadar, beri minum hangat
• Pantau tanda vital berkala
• Rujuk ke fasilitas kesehatan
KEDARURATAN SUHU DAN KERACUNAN
PAPARAN PANAS
Panas dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh, ada 3 macam gangguan yang terjadi :
• Kram Panas
• Kelelahan Panas ( Heat Exhaustion )
• Sengatan Panas ( Heat Stroke )
KRAM PANAS
Terjadi akibat kehilangan garam tubuh yang berlebihan melalui keringat
Gejala dan tanda :
- Kejang pada otot disertai nyeri ,
biasanya pada otot tungkai dan perut
- Kelelahan
- Mual
- Mungkin pingsan
PENATALAKSANAAN PENDERITA KRAM PANAS
v Baringkan penderita ditempat tidur
v Beri minum kepada penderita, bila perlu dicampur sedikit garam ( TAPI JANGAN MEMBUANG WAKTU HANYA UNTUK MENCARI GARAM )
v Rujuk ke fasilitas kesehatan bila perlu.
KELELAHAN PANAS ( HEAD EXHAUSTION )
Terjadi akibat kondisi yang tidak fit pada saat melakukan aktifitas dilingkungan suhu udara yang relatif tinggi, yang mengakibatkan sistem sirkulasi terganggu.
GEJALA & TANDA
Ø Napas cepat dan dangkal
Ø Nadi lemah
Ø Kulit teraba dingin , lembab dan selaput lendir pucat.
Ø Pucat , keringat berlebihan
Ø Lemah
Ø Pusing kadang tidak
PENANGANAN
KELELAHAN PANAS
q Baringkan penderita ke tempat yang teduh
q Kendorkan pakaian yang mengikat
q Tinggikan tungkai penderita sekitar 20 – 30 cm.
q Beri oksigen bila ada
q Beri minum bila penderita sadar
q Rujuk ke fasilitas kesehatan bila perlu.
SENGATAN PANAS ( HEAD STROKE )
keadaan yang mengancam nyawa, karena suhu tubuh menjadi terlalu tinggi
dan sering tidak berkeringat. bila tidak segera diatasi akan terjadi kematian sel otak
GEJALA DAN TANDA
Ø Pernapasan cepat dan dalam
Ø Nadi cepat dan kuat yang berangsur menjadi lemah
Ø Kulit teraba dingin , panas kadang kemerahan
Ø Manik mata melebar
Ø Tidak ada respon
Ø Kejang umum atau gemetar pada otot
PENATALAKSANAAN
h Turunkan suhu tubuh penderita secepat mungkin
h Letakan kantung es pada ketiak, lipat paha, dibelakang lutut dan sekitar mata kaki serta disamping leher.
h Bila memungkinkan masukan penderita ke dalam bak berisi air dingin dan tambahkan es kedalamnya.
h Rujuk ke fasilitas kesehatan bila keadaan memburuk.
PAPARAN DINGIN ( HIPHOTERMIA)
Suatu keadaan dimana seseorang mengalami penurunan suhu yang diakibatkan oleh udara dingin atau lingkungan yang sangat dingin meski tidak sampai pada titik beku
GEJALA DAN TANDA
( HIPHOTERMIA SEDANG )
p Menggigil
p Terasa melayang
p Pernapasan cepat, nadi lambat
p Gangguan penglihatan
p Reaksi manik mata lambat
p Penurunan respon
GEJALA DAN TANDA
( HIPHOTERMIA BERAT )
Ì Pernapasan lambat
Ì Denyut nadi sangat lambat
Ì Tidak ada respon
Ì Manik mata melebar dan tak bereaksi
Ì Alat gerak kaku
Ì Tidak menggigil
PENATALAKSANAAN
HIPHOTERMIA
• Penilaian dini dan pemeriksaan penderita
• Pindahkan penderita dari lingkungan dingin
• Jaga jalan napas dan beri oksigen bila ada
• Ganti pakaian yang basah dan beri selimut, agar badan tetap kering
• Beri minum hangat bila penderita sudah sadar / membaik
• Pantau tanda vital secara berkala
• Rujuk ke fasilitas kesehatan
PENGERTIAN RACUN
Racun adalah suatu zat yang bila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah tertentu dapat menyebabkan reaksi tubuh yang tidak diinginkan bahkan dapat mengakibatkan kematian
Cara Terjadinya Keracunan
! SENGAJA BUNUH DIRI
! KERACUNAN TIDAK DISENGAJA
APA YANG PERLU KITA TANYA ?
! BAHAN PENYEBABNYA / KIRA – KIRA ?
! BERAPA BANYAK ZATNYA ?
! KAPAN KEJADIANNYA ?
! APA YANG SUDAH DILAKUKAN PENDERITA ?
Jalur Masuknya Racun
Ø Melalui mulut / pencernaan
Ø Keracunan melalui pernapasan
Ø Keracunan melalui kulit atau absorbsi ( kontak )
Ø Keracunan melalui suntikan atau gigitan
GEJALA DAN TANDA
KERACUNAN SECARA UMUM
q Riwayat yang berhubungan dengan proses keracuanan ( mulut, napas , gigitan dll )
q Penurunan respon, gangguan pernapasan
q Nyeri kepala , pusing , gangguan penglihatan
q Mual, muntah, lemas, pucat, kejang sampai pada keadaan syok
q Gangguan irama jantung pada zat tertentu.
PENATALAKSANAAN
KERACUNAN SECARA UMUM
Ø Pengamanan sekitar, terutama bila berhubungan dengan binatang .
Ø Pengamanan korban dan penolong bila didaerah gas beracun
Ø Keluarkan korban dari daerah berbahaya bila memungkinkan
Ø Penilaian dini bila perlu RJP
Ø Bila racun melalui jalur kontak / kulit, buka baju dan bersihkan dari sisa bahan beracun,bilas dengan air segera.
Ø Awasi jalan napas , terutama bila respon menurun dan terjadi muntah
Ø Beri oksigen bila perlu , khususnya bila keracunan melalui udara
Ø Amankan sisa muntahan atau makanan korban bila ada untuk diidentifikasi
Ø Penatalaksanaan syok bila ada.
Ø Pantau tanda vital
Ø Rujuk ke fasilitas kesehatan bila keadaan memburuk atau tidak mampu menolong.
PERHATIAN KHUSUS UNTUK
KERACUNAN PENCERNAAN
q Beri anti racun mis; norit, putih telur , susu atau air sebanyak – banyaknya untuk menurunkan kadar racun / kekuatan racun
q Jangan memberikan susu pada keracunan yang mengandung fosfat bisa bereaksi
q Mengeluarkan racun dengan rangsangan muntah hanya efektif dalam 4 jam pertama
q Rangsangan muntah jangan dilakukan pada menelan asam basa kuat, minyak tanah, korban kejang dan korban tidak sadar
KRIKULUM PP KSR SASAR
ADA DI XSL
………………………………………………………..
LUKA BAKAR
Faktor Penyebab
- TERMAL ( suhu > 60 0 C )
- KIMIA ( Asam / basa )
- LISTRIK
- RADIASI
PENAMPANG JARINGAN KULIT
Penggolongan berdasarkan lapisan
kulit yang mengalami cedera, luka bakar dibagi menjadi :
- Luka bakar derajat satu ( permukaan )
Hanya meliputi lapisan kulit yang paling atas saja ( kulit ari ). Ditandai dengan kemerahn , nyeri dan kadang – kadang bengkak.
Pc 38
.
Luka bakar derajat dua ( sedikit lebih dalam )
Meliputi lapisan paling luar kulit yang rusak dan lapisan dibawahnya terganggu, biasanya ditandai dengan gelembung pada kulit berisi cairan , bengkak, kulit kemerahan atau putih, lembab dan rusak.
Pc 39
Luka bakar derajat tiga
Lapisan yang terkena tidak terbatas , bahkan dapat sampai ke tulang dan organ dalam.
Luka bakar ini paling berat dan ditandai dengan kulit tampak pucat atau putih atau bahkan gosong dan hitam dapat diikuti dengan mati rasa karena kerusakan syaraf.
Pc 40
HAL YANG PERLU DI INGAT !!
Bahwa luka bakar derajat yang lebih berat selalu dikelilingi oleh daerah yang lebih ringan derajat luka bakarnya…..!!
Pc 41
LUAS PERMUKAAN TUBUH
Penentuan Derajat berat luka bakar dan luas permukaan tubuh yang mengalami luka bakar sangatlah berperan
PEDOMAN UNTUK MEMPERKIRAKAN LUAS DAERAH YANG TERBAKAR DILAKUKAN
DENGAN HUKUM SEMBILAN YAITU MEMBAGI DERAH TUBUH DENGAN PROSENTASE 9 PER DAERAH TUBUH
DERAJAT BERAT LUKA BAKAR
DERAJAT BERAT LUKA BAKAR DITENTUKAN OLEH DUA FAKTOR
YAITU LUASNYA PERMUKAAN TUBUH YANG MENGALAMI LUKA BAKAR
DAN
LOKASINYA
LUKA BAKAR RINGAN
v Tidak mengenai wajah , tangan ,kaki,sendi,kemaluan atau saluran napas.
v Luka bakar derajat tiga kurang daru 2 % luas permukaan tubuh.
v Luka bakar derajat dua kurang dari 15% luas permukaan tubuh
v Luka bakar derajat satu kurang dari 50 % luas permukaan tubuh
v Luka bakar derajat 2 kurang dari 10 % luas permukaan tubuh ( bayi / anak )
LUKA BAKAR SEDANG
v Tidak mengenai wajah , tangan ,kaki,sendi,kemaluan atau saluran napas.
v Luka bakar derajat tiga antara 2 % – 10 % luas permukaan tubuh.
v Luka bakar derajat dua antara 15% – 30 % luas permukaan tubuh
v Luka bakar derajat satu lebih dari 50 % luas permukaan tubuh
v Luka bakar derajat dua 10 % – 20 % luas permukaan tubuh ( bayi / anak )
LUKA BAKAR BERAT
v Luka bakar disertai cedera saluran napas.
v Luka bakar derajat tiga pada wajah, tangan, kaki, sendi, kemaluan atau saluran napas.
v Luka bakar derajat tiga diatas 10 % luas permukaan tubuh
v Luka bakar derajat dua lebih dari 30 % luas permukaan tubuh
v Luka bakar yang disertai nyeri , bengkak dan perubahan alat gerak.
v Luka bakar meliputi satu bagian tubuh seperti lengan , tungkai atau dada.
v Semua luka derajat tiga atau dua lebih besar dari 20 % ( bayi / anak )
PADA ORANG DEWASA LUKA BAKAR DERAJAT DUA SELUAS 20 % DAPAT MENGAKIBATKAN SYOK
PADA ANAK-ANAK SYOK DAPAT TERJADI AKIBAT LUKA BAKAR DERAJAT DUA SELUAS 10 %
HAL – HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN
Penyebab Luka bakar : Listrik atau Kimia
Daerah yang terkena , Mis; Wajah,Tangan dan
kaki, Kemaluan, bokong, paha bagian dalam
dan sendi yang dapat mengakibatkan kekakuan
sendi.
Faktor penyulit , biasanya faktor usia yang
kurang dari 5 tahun atau lebih dari 55 tahun
luka bakar dianggap berat.
PENANGANAN LUKA BAKAR UMUM
q Jangan Lupa nilai keamanan tempat kejadian dan keselamatan diri penolong.
q Hentikan proses luka bakarnya dengan aliran air dingin pada bagian yang terkena.
q Lepaskan pakaian dan perhiasan yang tidak melekat pada luka bakar
q Lakukan penilain dini , bila ada beri Oksigen
q Tentukan derajat berat luka, luas luka, lokasi luka pada saat pemeriksaan fisik dan cari bila ada cedera penyerta.
q Tutup luka dengan tutup luka steril atau lembaran penutup luka bakar sekali pakai ( supratul dll )
q Jagalah kehangatan tubuh penderita dan rawat cedera penyerta bila ada.
q Segera panggil bantuan dan Rujuk ke fasilitas kesehatan yang terdekat bila luka bakar sedang sampai berat
LUKA BAKAR KHUSUS LUKA BAKAR KIMIA
• Nilai keamanan tempat kejadian dan keselamatan penolong.
• Segera siram / aliri dengan air sebanyak banyaknya, kurang lebih 20 mnt
• Jangan menyiram bahan kimia yang makin kuat bereaksi bila kena air, miss;bubuk kaustik soda.
• Bila kena mata siram dengan air mengalir dan lepaskan kontak lens bila ada.
• Pasang penutup luka yang steril pada bagian luka atasi syok bila ada
• Rujuk ke fasilitas kesehatan bila berat.
LUKA BAKAR LISTRIK
Pada luka bakar listrik , bahaya yang dihadapi adalah kemungkinan terjadi henti napas dan henti jantung, kerusakan jaringan saraf dan organ dalam
Gejala dan tanda syok listrik :
• Status mental berubah dan respon menurun
• Tampak luka bakar berat
• Napas dangkal , tak teratur atau tak ada napas
• Nadi lemah, tak teratur atau tak ada
• Patah tulang majemuk / lebih dari satu karena kontraksi otot tiba – tiba.
PENANGANAN LUKA BAKAR LISTRIK
• Nilai keamanan tempat kejadian, keselamatan diri penolong.
• Lakukan penilaian dini
• Periksa dan cari luka bakar didaerah listrik masuk dan tempat listrik keluar
• Tutup luka dengan penutup luka steril kering
• Atasi syok bila ada
• Rujuk ke fasilitas kesehatan bila keadaan berat.
Penolong harus siap melakukan RJP pada penderita yang tersengat listrik, karena henti napas dan henti jantung bisa berulang
LUKA BAKAR INHALASI
( Karena menghirup udara panas, asap atau gas beracun )
Tanda dan gejala ;
• Bulu hidung hangus terbakar
• Luka bakar pada wajah
• Butir arang karbon dalam cairan ludah
• Bau asap atau jalaga pernapasan
• Kesukaran bernapas
• Adanya bunyi napas
• Serak, batuk, sukar bicara
• Gerakan dada terbatas
• Kulit kebiruan / sianosis karena kurang Oksigen
PENANGANAN
LUKA BAKAR INHALASI
• Nilai keamanan tempat kejadian, keselamatan diri penolong.
• Pastikan Penderita sudah berada ditempat yang aman.
• Berikan oksigen yang dilembabkan bila perlu ( hati – hati pada pemberian O2 di tempat kebakaran )
• Penilaian dini terutama jalan napas dan pernapasan
• Bila perlu lakukan pernapasan buatan
• Rujuk ke fasilitas kesehatan bila berat.
CIDERA ALAT GERAK
Patah Tulang
Penyebab:
Gaya melampaui batas elastisitas; baik lngsng, tdk langsung, maupun puntir
Gejala & tanda:
• Perubahan bentuk
• Nyeri & kaku bila ditekan
• Gangguan fungsi gerak
• Deri patahan/krepitasi
• Mungkin terlihat bag yg patah
TERKILIR SENDI:
Robek/putusnya jaringan ikat skt sendi krn teregang melebihi batas
Gejala dan tanda: Nyeri, bengkak, nyeri tekan, warna kulit merah kebiruan.
TERKILIR OTOT:
Robeknya jaringan otot pd bag tendon krn teregang berlebihan. Sering terjadi pd olah raga, krn latihan peregangan kurang, peregangan salah, over, salah gerak.
Gejala & tanda:
- Nyeri tajam & mendadak di drh otot ttt.
- Nyeri menyebar ke luar dg kaku otot,
- Bengkak
Dislokasi Sendi
Keluarnya kepala sendi dr mangkuk sendi
Penyebab: Sendi meregang berlebihan
Gejala/Tanda: spt patah tlg tapi terbatas pada sendi
PEMBIDAIAN
Upaya menstabilkan bagian yg cedera.
Tujuan:
1. Cegah pergerakan pd ujung tulang yg patah,
2. kurangi cedera baru pd drh patahan,
3. Istirahatkan bag yg patah,
4. Kurangi nyeri,
- Percepat penyembuhan,
- Mengurangi perdarahan
PEMBIDAIAN
Upaya menstabilkan bagian yg cedera.
Tujuan:
1. Cegah pergerakan pd ujung tulang yg patah,
2. kurangi cedera baru pd drh patahan,
3. Istirahatkan bag yg patah,
4. Kurangi nyeri,
5. Percepat penyembuhan,
6. Mengurangi perdarahan
MACAM-MACAM BIDAI:
1. Bd keras (kayu, lgm, dll)
2. Bidai Traksi (memiliki fungsi tarik)
3. Bidai Improvisasi
4. Gendongan/ belat & bebat
5. Bidai udara
6. Anti-shock garment
Pedoman Umum Membidai
Sebelum membidai:
Informasikan ke pasien
Siapkan alat lengkap (kalau ada)
Paparkan cedera, buka pakaian drh sendi,
Buka perhiasan daerah patahan dan distal
GSS
Ukur Bidai pd organ yg sehat
Jangan:
Merubah bentuk yg cedera
Memasukkan tulang yg mencuat
Saat membidai:
Bidai meliputi 2 sendi atas & bwh patahan pd cedera sendi, bidai meliputi 2 tlg atas & bwh sendi tsb
Lapisi bidai
Isi bagian yg kosong dengan pelapis
Ikatan sedang2 saja kuatnya
Ikat dr yg banyak gerak, lalu tlg atas patahan
Jml ikatan secukupnya
PEMINDAHAN PENDERITA
Mengacu pada mekanika gerak tubuh penolong yang benar dan baik untuk memudahkan pengangkutan dan pemindahan penderita
Prinsip Dasar Memindahkan Penderita
- Jangan dilakukan jika tidak mutlak perlu
- Lakukan sesuai dengan teknik yang baik dan benar.
- Kondisi penolong harus baik dan terlatih.
Hal yg perlu diperhatikan :
- Penilaian thd kesulitan
- Rencanakan pergerakan
- Jgn mengangkut & menurunkan jika tdk yakin
- Posisi seimbang
- Otot tungkai bukan otot punggung
- Punggung harus tegak waktu mengangkat
- Titik beban serapat mungkin dengan penolong
- Bagian tubuh saling menopang
Macam-macam Pemindahan Penderita
- Pemindahan darurat
Bila ada bahaya langsung,ada jln masuk.
- Misal : menarik baju, menarik dgn selimut
- Pemindahan biasa/tdk darurat
Dengan 2 teknik :
a. Teknik angkat langsung
b. Teknik angkat anggota gerak
Posisi Penderita
H Syok : Posisi Syok
H Gangguan Pernafasan : duduk,1/2 duduk
H Cidera spinal : stabilkan & imobilisasi dengan papan spinal panjang
H Penderita muntah : nyaman dan awasi jalan napas
PERTOLONGAN PERTAMA
Pelayanan Gawat Darurat
- Fase Pra Rumah Sakit
- Perawatan Rumah Sakit
Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu ( SPGDT )
Suatu jejaring sumber daya yang saling berhubungan untuk memberikan pelayanan gawat darurat dan transportasi kepada penderita yang mengalami kecelakaan atau penyakit mendadak
Yang diperlukan untuk SPGDT :
- Akses dan Komunikasi
- Pelayanan pra rumah sakit di tempat kejadian
- Transportasi ke fasilitas medis
Akses dan Komunikasi
Semua upaya yang ada bertujuan agar penderita memperoleh pertolongan secara profesional secepat mungkin.
Contoh :
Mendekatkan pelayanan ke masyarakat.
Pelayanan Pra Rumah Sakit
Para Penolong :
- Orang Awam
- Penolong Pertama
- Tenaga Khusus
Secara umum semua orang boleh menolong, namun pertolongan yang salah akan menyebabkan penderita lebih parah.
Apa yang dilakukan oleh tenaga terlatih ?
• Menilai penderita
• Menstabilkan keadaan penderita
• Imobilisasi bila diperlukan
• Transportasi bila perlu
• Merujuk penderita
Transportasi
- Ambulance 118
- Tandu
PERTOLONGAN PERTAMA
Pemberian Pertolongan segera kepada penderita sakit atau cedera / kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar.
MEDIS DASAR
Tindakan perawatan berdasarkan ilmu kedokteran yang dapat dimiliki oleh awam atau awam yang terlatih secara khusus.
PELAKU PERTOLONGAN PERTAMA
Adalah : Penolong yang pertama kali tiba ditempat kejadian, yang memiliki kemampuan dan terlatih dalam penangan medis dasar
TUJUAN PERTOLONGAN PERTAMA
- MENYELAMATKAN JIWA PENDERITA
- MENCEGAH CACAT
- MEMBERIKAN RASA NYAMAN DAN MENUNJANG RASA PENYEMBUHAN
DASAR HUKUM
Pasal 531 KUHP ( Pelanggaran tentang orang yang perlu di tolong )
Pasal 322 KUHP ( Penyelanggara Medis Harus Menjaga Kerahasiaan Penderita
Yang Ditolong )
PERSETUJUAN TINDAKAN PERTOLONGAN
· Persetujuan tindakan tersierat ( Implied Consent )
· Persetujuan yang dinyatakan ( Expressed Consent )
KEWAJIBAN PLAKU PP
- Menjaga keselamatan diri, Orang lain,Penderita dan Orang disekitarnya.
- Dapat menjangkau Penderita.
- Mengenali & mengatasi masalah yang mengancam nyawa.
- Meminta bantuan / rujukan
- Memberikan pertolongan secara cepat & tepat.
- Membantu pelau PP lainnya.
- Ikut menjaga kerahasiaan medis penderita.
- Melakukan komunikasi dengan petugas lainnya.
- Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi.
KUALIFIKASI PELAKU PP
• Jujur dan bertanggung jawab.
• Berlaku Profesional.
• Kematangan emosi.
• Kemampuan bersosialisasi.
• Kemampuan nyata terukur sesuai sertifikasi PMI.
• Kondisi fisik baik.
• Mempunyai rasa bangga.
ALAT PELINDUNG DIRI ( APD )
· Sarung Tangan Lateks
· Kacamata Pelindung
· Baju Pelindung
· Masker Penolong
· Helm
TIDAKAN UMUM UNTUK MENJAGA DIRI
1. mencuci tangan
2. kembersihkan alat
PERALATANAN PP
1. Penutup Luka 9. Kapas
- Kassa steril 10. Selimut
- Bantalan Kassa 11. Kartu Penderita
2. Pembalut 12. Alat tulis
3. Cairan antiseptik 13. Oksigen
4. Cairan pencuci mata 14. Tensimeter
5. Peralatan stabilisasi 15. Stetoskop
6. Gunting 16. Tandu
7. Pinset
8. Senter
PENILAIAN
LANGKAH – LANGKAH PENILAIAN
- Penilaian Keadaan
- Penilaian Dini
- Pemeriksaan Fisik
- Riwayat Penderita
- Pemeriksaan Berkala atau lanjut
- Pelaporan
PENILAIAN KEADAAN
Bertujuan untuk memperoleh gambaran secara umum tentang kejadian yang sedang dihadapi.
- Bagaimana Kondisi Saat itu ?
- Kemungkinan apa saja yang akan terjadi ?
- Bagaimana mengatasinya ?
DILOKASI
- Pastikan keselamatan
- Perkenalkan diri
- Tentukan keadaan umum kejadian & mulai
lakukan Penilaian Dini.
- Mengenali & mengatasi gangguan yang mengancam nyawa.
- Stabilkan penderita & teruskan pemantauan
- Minta bantuan
PENILAIAN DINI
LANGKAH – LANGKAH PENILAIAN DINI
- Tentukan Kesan Umum ( Trauma / Medis )
- Pemeriksaan Respon ( ASNT )
- Memastikan Jalan Nafas terbuka ( AIRWAY )
- Pasien dengan Respon baik ( HTCL )
- Pasien tidak respon ( Jaw Trust )
- Menilai Pernapasan ( LDR )
- Menilai Sirkulasi dan menghentikan perdarahan
- Hubungi bantuan
PEMERIKSAAN FISIK
- Kepala
- Leher
- Dada
- Perut
- Punggung
- Panggul
- Anggota Gerak Bawah
- Anggota Gerak Atas
Pada Pemeriksaan Fisikbagi penderita cedera
harus dicari adanya PLNB
TANDA FITAL
Denyut Nadi normal
Bayi 120 – 150 X/menit
Anak 80 – 150 X/menit
Dewasa 60 - 90 X/menit
*Frekuensi Nafas Normal :
Bayi 25 – 50 X/menit
Anak 15 - 30 X/menit
Dewasa 12 - 20 X/menit
*Suhu Tubuh 37 C
*Tekanan Darah :
Sistolik : 100 – 140 mmHg
Diastolik : 60 - 90 mmHg
*Kulit
PEMERIKSAAN DENYUT NADI
Dapat diperiksa di:
- Leher ( Carotis )
- Lengan atas ( Brachialis )
- Pergelangan Tangan ( Radialis )
- Lipat paha ( femoralis )
PEMERIKSAAN PRNAPASAN
PEMERIKSAAN TEKANAN DARAH
PEMERIKSAAN SUHU TUBUH
RIWAYAT PENDERITA
Untuk memudahkan , dikenal akronim :
KOMPAK
Keluhan utama
Obat-obatan yang diminum
Makanan /minuman yang terkhir
Penyakit yang diderita
Alergi
Kejadian
PEMERIKSAAN BERKALA
Mengulang kembali pemeriksaan dari awal atau mencari hal yang terlewati.
- Respon
- Jalan Napas
- Frekuensi dan kualitas pernapasan
- Nadi
- Keadaan kulit
- Ulangi pemeriksaan fisik
- Periksa ulang penatalaksanaan penderita
- Pertahankan komunikasi
Pelaporan
• Umur –jenis kelamin
• Keluhan utama
• Tingkat respon
• Keadaan jalan napas
• Pernapasan
• Sirkulasi
• Pemeriksaan fisik yang penting
• KOMPAK yang penting
• Penatalaksanaan
• Perkembangan lainnya yg dianggap penting
PENDARAHAN DAN SYOK
PENDARAHAN:
Terjadi akibat rusaknya dinding pembuluh
darah yang dapat disebabkan oleh ruda paksa
( trauma ) atau penyakit.
JENIS PENDARAHAN
- PENDARAHAN LUAR
Perdarahan yang tampak / terlihat jelas keluar dari luka terbuka.
- PENDARAHAN DALAM
Biasanya tak terlihat dan kulit tampak rusak, kadang-kadang terlihat dibawah permukaan kulit berupa memar.
KLASIFIKASI SUMBER PENDARAHAN
- Perdarahan Nadi / Arteri
• Berasal dari Pembuluh Nadi
• Keluarnya memancar seirama denyut nadi
• Berwarna merah terang
- Perdarahan Balik / Vena
• Keluar darah mengalir deras
• Warna darah merah gelap
- Perdarahan Rambut / Kapiler
• Keluar darah merembes
• Berwarna merah gelap
PENANGANAN
- Perlindungan terhadap Infeksi pada penangan perdarahan :
- Gunakan APD
- Jangan menyentuh mulut, hidung, mata, makanan sewaktu memberi perawatan.
- Cuci tangan setelah selesai
- Buang bahan yang telah ternoda.
- Mengendalikan Perdarahan Luar :
1. Tekan Langsung ( 5 – 15 menit )
2. Elevasi (dilakukan bersamaan
tekan langsung)
3. Tekan pada titik tekan.
4. Cara lain yaitu imobilisasi dengan
/tanpa bidai/ torniket.
PERAWATAN Perdarahan
- Pada perdarahan besar :
- Tutup langsung luka
- Pertahankan dan tekan cukup kuat.
- Rawat luka setelah perdarahan terkendali.
Pada Perdarahan ringan atau terkendali
-
- Gunakan tekanan langsung dengan penutup luka
- Tekan sampai perdarahan terkendali
- Jangan melepas penutup luka atau balutan pertama.
- Perdarahan dalam / curiga ada perdarahan dalam :
- Baringkan & Istirahatkan penderita
- Buka jalan nafas & pertahankan
- Perawatan Syok jika ada
- Periksa berkala pernapasan & denyut nadi
- Jangan beri makan & minum
- Rawat cedera lain
- Beri O2 & Rujuk
SYOK
Dimana Sistem peredaran darah (Sirkulasi) gagal mengirimkan darah yang mengandung oksigen dan bahan nutrisi ke organ vital.
PENYEBAP :
- Kegagalan jantung memompa darah
- kehilangan darah dalam jumlah besar
- Pelebaran pembuluh darah yang luas.
- Kekurangan cairan tubuh.
TANDA – TANDA :
a. Pernafasan : cepat dan dangkal
b. Nadi : Cepat dan lemah
c. Kulit : Pucat,dingin & lembab
d. Wajah : Pucat, sianosis pada bibir, lidah dan cuping telinga.
e. Mata : Pandangan hampa, pupil melebar.
GEJALA
- Mual & mungkin muntah
- Haus
- Lemah
- Pusing
- Gelisah & takut mati
PENANGANAN SYOK
- Bawa penderita ketempat teduh & aman
- Tidurkan telentang, tungkai ditinggikan 20 – 30 cm
- Pakaian dilonggarkan
- Beri selimut
- Tenangkan penderita
- Pastikan jalan nafas & Pernafasan baik
- Kontrol perdarahan & rawat cedera lainnya
- Beri Oksigen sesuai protokol
- Jangan beri makan & minum
- Periksa berkala tanda vital
- Rujuk ke fasilitas kesehatan.
Filed under: FIRST AID

